Selasa, 08 Januari 2019

Keutuhan NKRI dan Kebhinnekaan Bangsa Indonesia


Wujud dan Peranan Mahasiswa dalam
Keutuhan NKRI serta Kebhinnekaan Bangsa Indonesia
Oleh
Eko Aryono
Mahasiswa merupakan aset berharga yang dimiliki oleh suatu bangsa. Hal ini dikarenakan, mahasiswa adalah salah satu pionir generasi dari penerus bangsa yang senantiasa dididik dan dilatih melalui pengajaran formal dan nonformal di institusi pendidikan. Melalui cara tersebut, keberadaan mahasiswa kian dihormati sebagai generasi yang sangat diharapkan dapat memajukan dan menggapai cita-cita yang diharapkan oleh para leluhur bangsa, termasuk bangsa Indonesia. 
Memasuki era millennial, penanaman sikap moral dan persatuan makin digencarkan. Pasca adanya berbagai problema yang menyerang bangsa Indonesia, baik dari segi perusakan moral pemuda-pemudinya, menjamurnya gerakan radikal, terorisme, isu sara, gerakan anti etnis tionghoa, kriminalisasi para ulama, hingga peredaran narkoba akibat dari masuknya arus globalisasi kian memberikan pemahaman, bahwa sejatinya pendidikan atas pancasila, moralitas hingga pemahaman akan pentingnya kebhinnekaan patut untuk digalangkan.
Pancasila sebagai dasar Negara bangsa Indonesia, haruslah menjadi pemersatu bangsa, terutama bagi keutuhan NKRI dan Kebhinnekaan. Melalui prinsip tersebut, maka dibutuhkanlah peranan dari Mahasiswa sebagai agen of change, yang dapat menjadi pendorong dan pemberi semangat serta mitra bagi pemerintah selaku stakeholder yang berfungsi sebagai tiang perdamaian dan pembinaan bagi masyarakat. Masuknya peranan mahasiswa tentunya didasari dari sejarah bangsa Indonesia, yang dimana telah berdiri tegak dan kokoh sampai saat ini kita rasakan bersama, terjadi dalam segala proses yang dinamis dan berlangsung cukup lama, hingga persatuan dan kesatuan yang telah tercipta dari para founding father’s kita, terbentuk dari suatu proses yang tumbuh dari berbagai unsur-unsur sosial, budaya masyarakat, adat istiadat dan tentunya dari pemuda-pemudi bangsa Indonesia itu sendiri.
Penggalangan kembali semangat pancasila yang dilakukan oleh Para Mahasiswa, demi menjaga kebhinnekaan dan keutuhan bangsa, dapat dimulai dari Sila Ketiga dari Pancasila yang berbunyi “Persatuan Indonesia”. Sila ini mengisyaratkan bahwa pada dasarnya pengaruh yang dapat memberikan stimulus dan kunci keberhasilan dari bangsa Indonesia dalam mengusir para penjajah adalah semangat gotong-royong. Semangat ini, tidaklah mengenai perbedaan, baik dari bermacam suku, agama, ras maupun golongan. Akan tetapi lebih pada semangat jati diri bangsa dan persatuan-kesatuan dari para mahasiswa yang ingin melihat bangsa Indonesia maju dan berkembang. Melalui hal tersebut, untuk dapat merealisasikan sila ketiga dan nilai yang terkandung didalamnya dapat sampai, yakni melalui metode “Pancasila Campaign. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan informasi kepada masyarakat, akan pentingnya rasa persaudaraan, tidak saling menjelek-jelekkan sesame anak bangsa, tidak saling menjatuhkan, maupun saling memfitnah, dengan penyebaran video yang berisikan konten positif yang dapat memberikan informasi dan kesadaran yang efektif bagi masyarakat Indonesia. metode ini pula, dapat dilakukan dimedia massa dan media public, dengan menyebarkan slogan maupun poster, yang dapat memberikan informasi mengajak kepada masyarakat, agar pentingnya saling menghargai, toleransi serta tidak saling menghujat satu sama lainnya, serta mengingatkan bahwa kehancuran bangsa Indonesia, tidak hanya lahir dari serangan eksternal saja, serangan dari Negara lain, melainkan dari dalam negeri sendiri, serangan dari masyarakatnya yang saling menyakiti satu sama lainnya.
Melalui gerakan tersebut, paling tidaknya masyarakat dapat tersadar dan bisa menerima akan perbedaan yang berujuk pada adanya semangat nasionalisme dan cinta tanah air, serta melalui gerakan ini pula, maka paling tidaknya mahasiswa bukan hanya sebagai agen perubahan, melainkan agen perdamaian dan agen persatuan bagi bangsa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar